Minggu, 28 November 2010

pemprosesan alat kesehatan

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Illahi Robbi atas kudrot dan irodat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pemrosesan Alat”. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah KDPK.
Dalam kesempatan ini, kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen mata kuliah KDPK yang telah memberikan bimbingannya kepada kami dan juga kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini banyak sekali kekurangannya dikarenakan keterbatasan pengetahuan kami. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat kami harapkan demi motivasi dan kesempurnaan dalam penyusunan makalah berikutnya. Kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat, khususnya bagi kami dan umumnya bagi semua pembaca pada umumnya. Amiin.


Tasikmalaya, Nopember 2009


Penulis


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam bekerja menciptakan lingkungan bebas infeksi,yang penting dan rasional adalah melakukan setiap proses pencegahan infeksi yang dianjurkan dan keterbatasannya. Proses pencegahan infeksi dasar yang dianjurkan untuk menurunkan tranmisi penyakit dari instrument yang kotor, sarung tangan bedah dan barang-barang lain yang dipakai kembali adalah dekontaminasi, sterilisasi atau desinfeksi tingkat tinggi (DTT).

B. Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah KDPK, serta untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi kami.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pemrosesan Alat
Tiga langkah pokok dalam pemrosesan alat dan benda-benda lain dalam upaya pencegahan infeksi yaitu :
- Dekontaminasi
- Pencucian dan pembilasan
- Desinfeksi tingkat tinggi atau sterilisasi
Setiap benda, baik instrumen metal yang kotor maupun sarung tangan memerlukan penanganan dan pemrosesan khusus agar :
a. Mengurangi resiko perlukaan aksidental atau terpapar darah atau duh tubuh terhadap setiap pembersih dan ruang tangga.
b. Membersihkan hasil akhir berkhualitas tinggi (umpamanya instrumen atau benda lain yang steril atau yang didesinfeksi tingkat tinggi (DTT).
Adapun pemrosesan peralatan bekas pakai dapat dilihat pada bagan dibawah ini :
a. Dekontaminasi (Pakai sarung tangan dan pelindung lain seperti kacamata, visors atau google)
b. Cara yang diinginkan cara yang biasa diterima
Sterilisasi DTT.

B. Dekontaminasi
1. Definisi
Dekontaminasi adalah langkah pertama menangani peralatan, perlengkapan, sarung tangan dan benda-benda lainnya yang terkontaminasi. Proses yang membuat benda mati menjadi lebih aman untuk ditangani oleh staf sebelum dibersihkan (umpamanya menginaktivikasi HBV, HBC dan HIV) dan mengurangi tapi tidak menghilangkan jumlah mikroorganisme yang mengkontaminasi.

2. Produk-produk dekontaminasi
- Larutan klorin 0,5% dan 0,1%
- Etil 70%
- Alkohol
- Bahan fenolik atau karbol 0,5% - 3%
Bahan klorin mempunyai daya kerja yang cepat untuk mematikan virus hepatitis B dan HIV, bila benda-benda yang terkontaminasi direndam dalam larutan klorin selama 10 menit. Namun daya kerja tersebut akan cepat mengalami penurunan sehingga larutan tersebut harus diganti paling sedikit setiap 24 jam atau lebih cepat jika terlihat lebih kotor atau keruh.
Rumus untuk membuat larutan klorin 0,5% dari larutan konsentrat berbentuk cair.
- % Larutan konsentrat
Jumlah bagian air = -1
% larutan yang diinginkan
Rumus untuk membuat larutan klorin 0,5% dari bubuk klorin kering.
% Larutan konsentrat
Jumlah bagian air = x 1000
% konsentrat
3. Tips-tips Dekontaminasi
- Gunakan tempat plastik untuk dekontaminasi agar mencegah :
1) Tumpulkan pisau (misal gunting) saat bersentuhan dengan container logam
2) Berkaratnya intrumen reaksi kimia (elektrolisis) yang terjadi antara dua logam yang berbeda (misal intrumen dan wadah) bila direndam dalam air.
- Jangan merendam intrumen logam yang berlapis elektro (artinya tidak 100% baja tahan gores) meski dalam air biasa selama beberapa jam karena akan berkarat.
Setelah dekontaminasi, instrument harus segera di cuci dengan air dingin untuk menghilangkan beban organic sebelum dibersihkan secara menyeluruh. Jarum habis pakai dan semprit harus diletakkan dalam wadah yang baik untuk dikubur. Apabila akan digunakan kembali maka jarum dan semprit harus dibersihkan dan dicuci secara menyeluruh setelah didekontaminasi. Sekali instrument atau benda lainnya telah didekontaminasi maka selanjutnya diproses dengan aman.

C. Pencucian dan Pembilasan
1. Definisi
Pencucian adalah cara paling efektif untuk menghilangkan sebagian besar mikroorganisme pada peralatan / perlengkapan yang kotor atau yang sudah digunakan.
2. Perlengkapan / bahan-bahan untuk mencuci peralatan
- Sarung tangan karet yang tebal atau sarung tangan rumah tangga dari lateks
- Sikat halus (boleh menggunakan sikat gigi)
- Tabung suntik (minimal ukuran 10mL; untuk membilas bagian dalam kateter termasuk kateter penghisap lendir.
- Wadah plastik atau baja antikarat (stainless steel)
- Air bersih
- Sabun atau deterjen
3. Kegunaan pencucian
- Sebagai cara yang efektif untuk mengurangi jumlah mikroorganisme terutama endospora yang menyebabkan tetanus pada peralatan dan instrument tercemar.
- Sebagai langkah awal, sebelum instrument di sterilisasi atau didesinfeksi tingkat tinggi. Karena tidak ada prosedur sterilisasi atau desinfeksi tingkat tinggi (DTT) yang efektif tanpa melakukan pencucian terlebih dahulu (Porter, 1987).

4. Tahap-tahap pencucian dan pembilasan
- Pakai sarung tangan yang tebal pada kedua tangan
- Ambil peralatan bekas pakai yang sudah didekontaminasi (hati-hati bila memegang peralatan yang tajam seperti gunting dan jarum jari).
- Agar tidak merusak benda-benda yang terbuat dari plastik karet, jangan dicuci segera bersamaan dengan peralatan yang terbuat dari logam.
- Cuci setiap benda tajam secara terpisah dan hati-hati :
1) Gunakan sikat dengan air dan sabun untuk menghilangkan sisa darah dan kotoran
2) Buka engsel gunting dan klem
3) Sikat dengan seksama terutama dibagian sambungan dan pojok peralatan
4) Pastikan tidak ada sisa darah dan kotoran yang tertinggal pada peralatan
5) Cuci setiap benda sedikitnya tiga kali atau lebih baik jika diperlukan dengan air dan sabun atau deterjen.
6) Bilas benda-benda tersebut dengan air bersih
- Ulangi prosedur tersebut pada benda-benda lain
- Jika peralatan akan didesinfeksi tingkat tinggi secara kimiawi (misalkan dalam larutan klorin 0,5%) tempatkan peralatan dalam wadah yang bersih dan biarkan kering sebelum memulai proses DTT. Karena peralatan yang masih basah akan mengencerkan larutan kimia dan membuat larutan menjadi kurang efektif.
- Peralatan yang akan didesinfeksi tingkat tinggi dengan cara dikukus atau direbus atau di sterilisasi didalam otoklaf atau open panas kering tidak usah dikeringkan sebelum proses DTT atau sterilisasi dimulai.
- Selagi masih memakai sarung tangan, cuci sarung tangan dengan air dan sabun dan kemudian bilas secara seksama dengan menggunakan air bersih.
- Gantungkan sarung tangan dan biarkan dengan cara di angin-anginkan.
5. Tips-tips pencucian dan pembilasan
- Gunakan sarung tangan saat membersihkan instrument dan peralatan
- Gunakan pelindung mata (plasti, pelindung muka, googles atau kacamata) dan rok plastic jika ada, saat membersihkan alat untuk meminimalkan risiko cipratan cairan yang terkontaminasi pada mata dan badan.
- Instrument harus dibersihkan dengan sikat yang lembut (sikat gigi bekas baik untuk digunakan) dalam air sabun.
- Semprit (berbahan kaca atau plastic) saat akan digunakan kembali harus dilepas setelah didekontaminasi atau dibersihkan dengan air sabun.
- Sarung tangan bedah harus dibersihkan dalam air sabun, kedua bagian dalam dan luar dibersihkan dan dicuci dengan air bersih sampai tidak ada sabun yang tersisa.
- Karet atau tabung plastik, misalnya tabung penghisap nasogatik atau proses kelahiran bila akan digunakan kembali harus dibersihkan secara menyeluruh, dicuci dan dikeringkan.
- Endoskopi operasi (misalnya laparoskop) harus secara hati-hati dibersihkan karena pembersihan yang tidak benar merupakan penyebab utama masalah mekanis, begitupula dengan penularan infeksi kepada pasien berikutnya (Weber & Rutala, 201).
- Untuk mencuci kateter (termasuk kateter penghisap lendir, lakukan tahap-tahap berikut ini :
1) Pakai sarung tangan karet yang tebal atau sarung tangan rumah tangga dari lateks pada kedua tangan.
2) Lepaskan penutup wadah penempung lendir (untuk kateter penghisap lendir)
3) Gunakan tabung suntik besar untuk mencuci bagian dalam kateter sedikitnya tiga kali (atau lebih jika perlu) dengan air dan sabun
4) Bila kateter menggunakan tabung suntik dan air bersih
5) Letakkan kateter dalam wadah yang bersih dan biarkan kering sebelum dilakukan proses DTT.
- Kateter harus didesinfeksi tingkat tinggi (DTT) secara kimiawi karena kateter bias rusak bila didesinfeksi tingkat tinggi dengan cara direbus.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Tiga langkah pokok dalam pemrosesan alat dan benda-benda lain dalam upaya pencegahan infeksi yaitu dekontaminasi, pencucian dan pembilasan, desinfeksi tingkat tinggi atau sterilisasi.
Dekontaminasi adalah langkah pertama menangani peralatan, perlengkapan, sarung tangan dan benda-benda lainnya yang terkontaminasi. Pencucian adalah cara paling efektif untuk menghilangkan sebagian besar mikroorganisme pada peralatan / perlengkapan yang kotor atau yang sudah digunakan.

B. Saran
Dalam penyusunan makalah ini kami berharap untuk lebih memahami tentang pemrosesan alat dekontaminasi alat, pencucian/pembilasan alat, DTT dan sterilisasi.


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Tujuan 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pemrosesan Alat 2
B. Dekontaminasi 2
C. Pencucian dan Pembilasan 4
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan 8
B. Saran 8

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar